Siap Hadapi Dunia Kerja, Mahasiswa Jurusan Manajemen FEB UNG Dalami Hubungan Industrial Bersama Praktisi

Oleh: Fazri Mohehu . 25 April 2026 . 18:58:53

Pewarta : Dosen Manajemen, Dr. Andi Yusniar Mendo, S.E., M.M. dan Humas Manajemen FEB UNG, Inkrianto Mahmud, SE., MM.,

Gorontalo, 25 April 2026 — Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (FEB UNG) kembali menghadirkan kuliah praktisi yang memperkaya wawasan mahasiswa, khususnya di bidang manajemen sumber daya manusia. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari unsur pemerintah, serikat buruh, dan pengusaha dalam satu forum ilmiah yang membahas hubungan industrial di era globalisasi. Kuliah ini merupakan gabungan dari mata kuliah Hubungan Industrial serta menjadi bagian penting dari Mata Kuliah MSDM Internasional. Dosen pengampu, Ibu Dr. Andi Yusniar Mendo, S.E., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas dunia kerja. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan praktik di lapangan.

Foto: Mahasiswa dari Kelas Hubungan Industrial serta MSDM Internasional yang mengikuti kuliah praktisi.

Dalam sambutannya, Ibu Dr. Andi Yusniar Mendo, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kuliah ini diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus sebagai bekal menghadapi dunia kerja. Ia menekankan pentingnya pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam proses pembelajaran, di mana mahasiswa dituntut untuk mencapai capaian pembelajaran yang aplikatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung dari para praktisi yang terlibat dalam hubungan industrial. Hal ini menjadi nilai tambah dalam memahami dinamika ketenagakerjaan yang kompleks. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Narasumber pertama, Ramayanto R. Arsyad, S.E., dari Dinas Tenaga Kerja, menjelaskan tentang pentingnya kolaborasi tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Ia menyoroti fenomena globalisasi sumber daya manusia yang menuntut perubahan paradigma, di mana pekerja tidak lagi dianggap sebagai beban biaya, melainkan sebagai mitra strategis perusahaan. Selain itu, ia juga menjelaskan peran pemerintah sebagai regulator dan fasilitator dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan kesejahteraan tenaga kerja. Berbagai strategi seperti dialog sosial, perjanjian kerja sama, serta penyelesaian konflik secara nonlitigasi menjadi kunci dalam menjaga stabilitas hubungan industrial. Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan hukum untuk mencegah konflik di masa depan.

Selanjutnya, Mohamad Zulkarnain Daipaha, S.E., S.H., dari unsur serikat buruh memaparkan peran penting serikat pekerja dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan tenaga kerja. Ia menjelaskan bahwa hubungan industrial merupakan sistem keterkaitan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah yang diatur oleh perundang-undangan dan nilai-nilai Pancasila. Serikat pekerja berperan sebagai wadah aspirasi, kontrol sosial, serta mitra dalam perundingan dengan pengusaha. Ia juga menguraikan berbagai regulasi yang mengatur hubungan industrial, termasuk undang-undang ketenagakerjaan dan konvensi internasional. Kolaborasi yang baik antara ketiga pihak dinilai mampu menciptakan suasana kerja yang aman, adil, dan produktif. Dengan demikian, konflik dapat diminimalkan melalui komunikasi dan kesepakatan bersama.

Sementara itu, Minarti Buo, S.Sos., sebagai perwakilan pengusaha, membagikan pengalaman inspiratif dalam membangun usaha UMKM. Ia menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak lepas dari keberanian untuk memulai, kerja keras, serta konsistensi dalam menjalankan bisnis. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya inovasi, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan keuangan yang baik dalam menjaga keberlangsungan usaha. Dalam konteks hubungan industrial, ia mengakui bahwa tantangan utama sering kali berasal dari dinamika tenaga kerja, seperti tingkat pergantian karyawan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa hubungan yang baik antara pengusaha dan pekerja akan berdampak positif terhadap produktivitas dan keberlanjutan usaha. Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak takut memulai usaha sejak dini.

Foto: Mahasiswa sedang mengikuti kuliah praktisi.

Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang membahas berbagai isu aktual, seperti perlindungan pekerja informal, penyebab konflik industrial, hingga kebijakan pengupahan. Para narasumber sepakat bahwa penyelesaian konflik sebaiknya dilakukan melalui jalur bipartit sebelum menempuh jalur hukum. Selain itu, peran pemerintah dalam menetapkan upah minimum juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan hidup pekerja dan kemampuan perusahaan. Mahasiswa terlihat antusias dalam mengikuti diskusi dan aktif mengajukan pertanyaan. Hal ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu-isu ketenagakerjaan yang relevan dengan masa depan mereka.

Melalui kegiatan ini, FEB UNG kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan praktis. Kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Kuliah praktisi ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membuka perspektif mahasiswa tentang pentingnya hubungan industrial yang harmonis. Dengan pemahaman yang komprehensif, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di dunia kerja nantinya. Kegiatan ini pun menjadi salah satu implementasi nyata dari pembelajaran berbasis OBE di lingkungan FEB UNG.

(TIM HUMAS FEB_NLI)

Agenda

14 - 21 November 2025

Ajang Ekspresi dan Kreativitas Mahasiswa

Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG

30 Oktober - 13 November 2025

Semarak Hari Keuangan Ke XII

Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025

15 - 16 Oktober 2025

Audit Mutu Internal di FEB UNG 2025

Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad

26 - 28 Maret 2024

Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi

Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi