
(Foto: Istimewa - FGD dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo dan Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo).
Di sebuah ruang diskusi yang dipenuhi peta kebijakan daerah dan tumpukan dokumen riset, dialog antara akademisi dan pemerintah daerah Gorontalo berlangsung intens. Forum Group Discussion (FGD) itu menjadi salah satu langkah awal keterlibatan dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam program riset internasional bergengsi, Partnership for Australia–Indonesia Research (PAIR) Sulawesi.
Salah satu sosok di balik kegiatan tersebut adalah Bapak Rezkiawan Tantawi, S.E., M.M., dosen Program Studi S1 Manajemen, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNG. Ia terpilih sebagai bagian dari tim peneliti kolaboratif PAIR Sulawesi, sebuah program strategis hasil kerja sama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LPDP RI dengan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade, Kedutaan Besar Australia, dan Konsulat Jenderal Australia di Makassar.
Program PAIR Sulawesi dirancang untuk memperkuat riset berbasis kawasan dengan fokus pada isu-isu strategis di wilayah Sulawesi. Melalui kolaborasi ini, peneliti dari 19 perguruan tinggi di Indonesia dan Australia, termasuk sembilan perguruan tinggi dari Sulawesi, Kalimantan Timur, Maluku, dan Maluku Utara, bekerja bersama untuk menghasilkan solusi berbasis ilmiah yang relevan bagi kebutuhan daerah.
Keterlibatan dosen UNG dalam program internasional ini menjadi bukti bahwa riset yang tumbuh dari daerah memiliki daya saing dan kontribusi nyata. Tidak hanya memperkuat posisi UNG di tingkat nasional dan internasional, kolaborasi ini juga membuka ruang dialog langsung antara akademisi dan pemangku kebijakan daerah.
“Melalui program ini, kami berharap riset yang dilakukan tidak berhenti pada publikasi, tetapi benar-benar memberi dampak bagi penguatan kebijakan pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi di Gorontalo dan wilayah Sulawesi secara umum,” ungkap Rezkiawan Tantawi saat ditemui usai kegiatan FGD, Kamis (11/12/2025).
Penelitian yang diusung dalam program ini berjudul “Management of Single-Use Plastic Waste in Healthcare Facilities in Gorontalo”. Isu pengelolaan limbah plastik sekali pakai di fasilitas kesehatan dipilih karena relevansinya yang tinggi dengan tantangan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, tim peneliti juga melakukan kunjungan lapangan, salah satunya ke Puskesmas Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo, untuk melihat langsung praktik pengelolaan limbah medis di tingkat layanan dasar.
Lebih dari sekadar riset kebijakan, program PAIR Sulawesi juga menjadi wadah pengembangan kapasitas akademik, khususnya bagi peneliti awal karier (early career researcher). Kolaborasi lintas negara ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan riset, memperluas jejaring akademik, serta menumbuhkan budaya penelitian kolaboratif di lingkungan UNG.
Melalui keterlibatan aktif dosennya, FEB UNG kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga hadir memberikan solusi atas persoalan nyata masyarakat, berangkat dari Gorontalo, untuk Indonesia dan kawasan regional.
Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG
Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025
Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad
Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi