Tata Kelola Sawit Berkelanjutan untuk Mencegah Bencana, Gagasan Dosen FEB UNG Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si.

Oleh: Fazri Mohehu . 18 Desember 2025 . 21:10:21

Foto : Buku Merancang Kelapa Sawit Sebagai Komoditi Unggulan Nasional Karya Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si.

Kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun pengelolaannya yang tidak berkelanjutan kerap memicu bencana lingkungan. Dalam kajian ilmiahnya, Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si., menegaskan bahwa berbagai bencana seperti banjir, longsor, dan kebakaran lahan bukan disebabkan oleh kelapa sawit semata, melainkan oleh lemahnya penanganan dan tata kelola perkebunan. Kelapa sawit tetap bisa menjadi komoditas unggulan nasional tanpa memicu bencana lingkungan jika dikelola dengan cara yang tepat.

Langkah pertama yang ditekankan adalah menghentikan pembukaan lahan sawit di kawasan rawan bencana, seperti daerah resapan air, sempadan sungai, lereng curam, dan lahan gambut. Penataan kebun harus mengikuti rencana tata ruang wilayah agar tidak merusak fungsi ekologis lingkungan sekitar. Dengan cara ini, risiko banjir dan longsor dapat ditekan sejak awal.

Kedua, pengelolaan kebun sawit perlu menerapkan praktik konservasi sederhana namun efektif, seperti menjaga vegetasi penyangga, membuat saluran air ramah lingkungan, serta mengelola limbah perkebunan agar tidak mencemari tanah dan air. Praktik ini terbukti mampu menjaga keseimbangan tanah dan mencegah kerusakan lingkungan tanpa mengurangi produktivitas.

Ketiga, pengawasan dan kepatuhan aturan menjadi kunci penting. Dr. Irawati menekankan perlunya pengawasan izin usaha, sanksi tegas bagi pelanggaran lingkungan, serta keterlibatan masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian kebun. Pengelolaan sawit tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi harus memperhitungkan keselamatan lingkungan dan masyarakat.

Dengan langkah-langkah praktis tersebut, Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si. menegaskan bahwa kelapa sawit dapat dikelola secara aman dan berkelanjutan. Jika tata kelola diperbaiki, sawit tidak lagi menjadi sumber bencana, melainkan menjadi komoditas unggulan nasional yang memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dr. Irawati menyoroti bahwa pembukaan lahan sawit yang mengabaikan daya dukung lingkungan, kawasan resapan air, dan tata ruang wilayah telah memperbesar risiko bencana ekologis. Perubahan tutupan lahan secara masif menyebabkan berkurangnya kemampuan tanah menyerap air, sehingga meningkatkan potensi banjir dan erosi. Kondisi ini menunjukkan perlunya penataan ulang pengelolaan lahan sawit agar selaras dengan karakteristik ekosistem setempat.

Lebih lanjut, Dr. Irawati mendorong penerapan praktik pengelolaan sawit berkelanjutan, seperti konservasi tanah dan air, perlindungan sempadan sungai, serta pengelolaan limbah perkebunan secara ramah lingkungan. Penerapan teknologi tepat guna dan sistem budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim dinilai mampu menekan risiko bencana sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan. Dengan pendekatan ini, kelapa sawit tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.

Aspek kebijakan dan pengawasan menjadi perhatian penting dalam gagasan tersebut. Dr. Irawati menekankan perlunya penguatan regulasi, penegakan hukum yang konsisten, serta pengawasan ketat terhadap perizinan perkebunan sawit. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat lokal dinilai menjadi kunci dalam memastikan pengelolaan sawit yang bertanggung jawab dan bebas dari dampak bencana.

Melalui pemikiran ini, Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si. menegaskan bahwa kelapa sawit tetap dapat menjadi komoditas unggulan nasional tanpa mengorbankan lingkungan. Dengan penanganan yang tepat, berbasis riset dan mitigasi bencana, pengelolaan kelapa sawit justru dapat mendukung pembangunan nasional yang aman, berkelanjutan, dan berkeadilan.

(TIM HUMAS FEB_NLI)

Agenda

14 - 21 November 2025

Ajang Ekspresi dan Kreativitas Mahasiswa

Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG

30 Oktober - 13 November 2025

Semarak Hari Keuangan Ke XII

Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025

15 - 16 Oktober 2025

Audit Mutu Internal di FEB UNG 2025

Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad

26 - 28 Maret 2024

Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi

Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi