
Gorontalo, 21 April 2026 - Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan, khususnya dalam memperoleh pendidikan. Kartini meyakini bahwa pendidikan merupakan jalan penting untuk membuka wawasan, meningkatkan kemampuan, serta mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik. Semangat perjuangan tersebut masih sangat relevan hingga saat ini, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi dan khususnya bagi mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi.
Dalam konteks pendidikan, perjuangan Kartini tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan perempuan untuk mendapatkan kesempatan belajar, tetapi juga sebagai dorongan agar setiap generasi mampu menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendidikan ekonomi memiliki peran penting dalam mewujudkan hal tersebut karena tidak hanya mengajarkan teori mengenai ekonomi, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan, mengelola sumber daya, serta memahami berbagai persoalan ekonomi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai mahasiswa Pendidikan Ekonomi, semangat Kartini dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memahami konsep-konsep ekonomi, tetapi juga dipersiapkan menjadi calon pendidik yang mampu membagikan ilmu kepada generasi berikutnya. Seorang calon guru ekonomi harus memiliki pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan karakter yang baik agar mampu menciptakan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
Semangat Kartini juga mengajarkan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam berbagai bidang. Di era modern, perempuan dapat berperan sebagai pendidik, pengusaha, pemimpin, ekonom, maupun profesional di berbagai bidang. Pendidikan ekonomi dapat menjadi salah satu bekal penting bagi perempuan untuk memiliki kemandirian dalam mengelola keuangan, memahami dunia usaha, serta mengambil keputusan ekonomi secara bijaksana.
Selain itu, mahasiswa Pendidikan Ekonomi dapat menerapkan nilai-nilai perjuangan Kartini dengan menjadi generasi yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial. Ilmu ekonomi yang diperoleh di bangku kuliah dapat digunakan untuk memahami berbagai permasalahan seperti kemiskinan, pengangguran, kesenjangan ekonomi, literasi keuangan, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, pendidikan yang diperoleh tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Peringatan Hari Kartini seharusnya menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa pendidikan merupakan salah satu bentuk perjuangan yang mampu mengubah masa depan. Semangat Kartini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Pendidikan Ekonomi untuk terus belajar, berani menyampaikan gagasan, meningkatkan kompetensi, dan tidak takut menghadapi tantangan. Menjadi perempuan berpendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut dapat digunakan untuk menciptakan perubahan yang positif.
Pada akhirnya, semangat Kartini dalam dunia pendidikan ekonomi adalah semangat untuk terus belajar, mandiri, dan berkontribusi. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi sebagai calon pendidik memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut dengan menciptakan generasi yang cerdas secara intelektual, bijak dalam mengambil keputusan ekonomi, serta memiliki karakter yang kuat. Dengan pendidikan, perempuan tidak hanya mampu menentukan masa depannya sendiri, tetapi juga dapat ikut membangun masa depan bangsa.
Selamat Hari Kartini. Teruslah belajar, teruslah berkarya, dan jadilah perempuan yang berilmu, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi sesama.
Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG
Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025
Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad
Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi