Sefya Kiayi Menginspirasi Mahasiswa Jurusan Manajemen FEB UNG Lewat Materi Penguatan Kemitraan UMKM Berbasis Digital

Oleh: Fazri Mohehu . 1 Desember 2025 . 18:56:24

Gorontalo, 1 Desember 2025 – Kuliah Pakar 2025 yang diselenggarakan oleh Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis menghadirkan berbagai perspektif dari para praktisi dan pemangku kepentingan. Salah satu pemateri yang menarik perhatian peserta adalah Sefya Kiayi, S.E., pelaku UMKM binaan Bank Indonesia yang berbagi pengalaman serta pandangan strategis tentang pengembangan usaha kecil berbasis kemitraan dan digitalisasi.

Dalam penyampaian materinya, Sefya menjelaskan bahwa kemitraan multipihak menjadi pondasi penting bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang, terutama di tengah perubahan ekonomi dan persaingan pasar yang semakin kompetitif. Ia menegaskan bahwa UMKM tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan internal, tetapi membutuhkan dukungan dari berbagai elemen eksternal untuk membangun ekosistem usaha yang kuat.

Menurut Sefya, keberhasilan UMKM berawal dari kemampuan mereka menjalin hubungan dengan banyak pihak, mulai dari penyedia bahan baku, lembaga pembiayaan, pelaku distribusi, hingga lembaga pendamping seperti Bank Indonesia. Kolaborasi tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga memperluas peluang pemasaran dan memperkuat daya saing produk.

“UMKM harus mampu membangun jejaring. Kemitraan bukan hanya soal kerja sama bisnis, tetapi juga berbagi pengetahuan, akses pasar, dan peluang inovasi,” ujar Sefya di hadapan peserta.

Ia mencontohkan bahwa banyak pelaku UMKM yang berhasil naik kelas karena terlibat dalam program pembinaan yang berfokus pada penguatan kapasitas manajerial dan pemasaran. Menurutnya, keberadaan lembaga pembina dan pendamping sangat membantu pelaku usaha kecil untuk memahami standar kualitas produk, teknik promosi, hingga strategi ekspansi pasar.

Selain kemitraan, Sefya juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung keberlanjutan UMKM. Ia menyebutkan bahwa digitalisasi kini menjadi keharusan, bukan lagi pilihan, bagi semua pelaku usaha kecil yang ingin bersaing di pasar modern.

Pemanfaatan media sosial untuk promosi, penggunaan aplikasi keuangan untuk pencatatan dan analisis, serta pemakaian platform jual beli online menjadi aspek vital yang harus dipahami oleh pelaku UMKM.

“Digitalisasi memberi kemudahan besar bagi UMKM. Dengan teknologi, pelaku usaha bisa mempromosikan produk secara lebih luas dan mengelola keuangan dengan lebih rapi,” jelasnya.Sefya menambahkan bahwa digitalisasi bukan hanya alat pemasaran, tetapi juga jembatan bagi UMKM untuk membangun hubungan profesional dengan pelanggan dan mitra bisnis. Penggunaan teknologi yang tepat dapat meningkatkan kredibilitas usaha serta memperkuat branding produk lokal.

Dalam pemaparannya, Sefya menekankan bahwa kolaborasi UMKM dengan lembaga pembina seperti Bank Indonesia memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan usaha. Lewat program pembinaan, pelaku UMKM mendapatkan pengetahuan baru mengenai standar produk, manajemen risiko, strategi pengembangan, dan akses terhadap jaringan pasar yang lebih luas.

Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah daerah yang ramah UMKM perlu terus diperkuat agar pelaku usaha kecil dapat berkembang secara berkelanjutan. Menurutnya, regulasi yang mendukung dan fasilitas pembinaan akan mempercepat proses adaptasi UMKM terhadap tantangan era digital.

Di akhir pemaparannya, Sefya menyampaikan pesan kepada mahasiswa untuk turut berperan dalam membangun UMKM lokal. Ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki kreativitas dan kemampuan adaptasi yang tinggi, sehingga dapat menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha kecil dalam mengembangkan inovasi dan strategi pemasaran berbasis teknologi.

“Mahasiswa bisa menjadi penggerak perubahan. Lewat ide-ide kreatif dan kemampuan digital, kalian dapat membantu UMKM berkembang lebih cepat,” tutupnya.Kuliah Pakar 2025 pun menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memahami bahwa penguatan UMKM tidak hanya memerlukan modal dan strategi bisnis, tetapi juga kolaborasi, digitalisasi, serta kepemimpinan adaptif yang mampu menjawab kebutuhan zaman.

Agenda

14 - 21 November 2025

Ajang Ekspresi dan Kreativitas Mahasiswa

Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG

30 Oktober - 13 November 2025

Semarak Hari Keuangan Ke XII

Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025

15 - 16 Oktober 2025

Audit Mutu Internal di FEB UNG 2025

Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad

26 - 28 Maret 2024

Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi

Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi