
Gorontalo, 22 April 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (FEB UNG) melanjutkan rangkaian Guest Lecture internasional dengan menghadirkan sesi kedua yang membahas isu lingkungan dalam perdagangan global. Kegiatan ini menghadirkan Kabiru Hannafi Ibrahim, Ph.D., M.Sc., B.Sc., NES, MNIM dari Federal University, Birnin Kebbi, Nigeria, yang memaparkan hasil risetnya berjudul “Pollution Haven in Trade: Evidence from ECOWAS Member Countries.”

Foto : Kabiru, Akademisi Federal University, Nigeria memaparkan hasil risetnya berjudul “Pollution Haven in Trade: Evidence from ECOWAS Member Countries" secara Daring.
Dalam penjelasannya, Kabiru mengawali dengan kerangka teori pollution haven hypothesis, yang menyatakan bahwa perusahaan multinasional cenderung memindahkan aktivitas produksinya ke negara dengan regulasi lingkungan yang lebih longgar untuk menekan biaya produksi. Untuk menguji hipotesis tersebut, ia menggunakan data panel dari beberapa negara anggota ECOWAS dalam rentang waktu tertentu, dengan mengombinasikan variabel ekonomi dan lingkungan.
Variabel utama yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tingkat emisi karbon (CO2) sebagai indikator pencemaran lingkungan, arus investasi asing langsung (FDI), tingkat keterbukaan perdagangan (trade openness), serta pertumbuhan ekonomi. Selain itu, variabel kontrol seperti konsumsi energi dan industrialisasi juga dimasukkan untuk memperkuat validitas analisis. Metode yang digunakan adalah pendekatan ekonometrika berbasis panel data regression, yang memungkinkan analisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara peningkatan FDI dan trade openness dengan kenaikan emisi karbon di negara-negara ECOWAS. Artinya, semakin terbuka suatu negara terhadap perdagangan dan investasi asing, maka potensi peningkatan polusi juga semakin besar, terutama jika tidak diimbangi dengan regulasi lingkungan yang kuat. Temuan ini memberikan bukti empiris yang mendukung keberadaan pollution haven hypothesis di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan bahwa negara dengan kebijakan lingkungan yang lebih lemah cenderung menjadi tujuan utama relokasi industri berpolusi. Sementara itu, negara yang memiliki regulasi lebih ketat mampu menekan dampak negatif dari aktivitas industri terhadap lingkungan. Oleh karena itu, Dr. Kabiru menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan.
Ia juga memberikan rekomendasi kebijakan, di antaranya adalah perlunya penguatan regulasi lingkungan, peningkatan standar industri ramah lingkungan, serta pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas perusahaan multinasional. Selain itu, negara berkembang perlu mengadopsi pendekatan pembangunan berkelanjutan agar tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek.
Foto : Rifi Fazrina Djuuna, Dosen Ilmu Ekonomi memandu kegiatan kuliah tamu dan diskusi.
Kegiatan sesi kedua ini kembali dimoderatori oleh Rifi Fazrina Djuuna, S.E., M.E., dosen Ilmu Ekonomi FEB UNG, yang memandu jalannya diskusi dengan sangat baik dan interaktif. Diskusi berlangsung dinamis dengan adanya pertukaran pandangan antara Guru Besar dan Dosen FEB UNG dan pemateri, serta respons aktif dari mahasiswa.
Foto : Sesi Diskusi Pemateri dan Guru Besar FEB UNG, Prof., Dr. Fahrudin Zain Olilingo, S.E., M.Si.
Mahasiswa FEB UNG juga turut berpartisipasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis, khususnya terkait relevansi konsep pollution haven dengan kondisi di Indonesia. Beberapa pertanyaan menyoroti bagaimana kebijakan investasi dan industri di Indonesia dapat berdampak pada lingkungan, serta upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Foto: Salah satu mahasiswa mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi.
Melalui sesi kedua ini, peserta mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai hubungan antara perdagangan internasional dan isu lingkungan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akademik mahasiswa terhadap pentingnya pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, serta mendorong lahirnya pemikiran kritis dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
(TIM HUMAS FEB_NLI)
Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG
Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025
Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad
Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi