
Ratna Ahmad, S.Pd., M.Pd--Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNG.
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), membawa pengaruh signifikan terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Di Indonesia, pemanfaatan AI mulai menunjukkan peran strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, baik di tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.
Pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan bukan hanya sebatas tren global, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan era digital. AI dapat menjadi sarana inovatif dalam mendukung pembelajaran yang lebih adaptif, personal, serta efisien. Dengan AI, pendidik dan peserta didik memperoleh akses terhadap sumber belajar yang lebih luas, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan,
Salah satu penerapan nyata AI dalam pendidikan adalah melalui learning management system (LMS) yang dilengkapi fitur analisis data untuk memantau perkembangan belajar peserta didik. Teknologi ini membantu pendidik dalam memberikan umpan balik secara cepat, sekaligus merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Selain itu, chatbot berbasis AI juga dapat berfungsi sebagai asisten virtual yang menjawab pertanyaan siswa di luar jam kelas.
Tidak hanya itu, AI juga memiliki potensi besar dalam mendukung inklusivitas pendidikan. Melalui fitur speech recognition dan text-to-speech, peserta didik dengan kebutuhan khusus dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses materi pembelajaran. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan berkeadilan.
Namun demikian, pemanfaatan AI di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan infrastruktur teknologi, literasi digital yang belum merata, serta kesiapan tenaga pendidik dalam mengintegrasikan AI ke dalam proses pembelajaran menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian serius. “Transformasi digital dalam pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan teknologi semata, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan kompetensi pendidik dan kebijakan yang mendukung,” tegas Ratna Ahmad.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, pemanfaatan AI diyakini mampu menghadirkan kualitas pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Ke depan, AI diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam membangun generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG
Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025
Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad
Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi