Memahami Ketidakpastian Ekonomi Global, Peran Lembaga Internasional, dan Strategi Ketahanan Negara Berkembang: Guest Lecture FEB UNG Hadirkan Perspektif Prof. Thinzar Win

Oleh: Fazri Mohehu . 22 April 2026 . 14:45:42

Gorontalo, 22 April 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (FEB UNG) sukses menyelenggarakan sesi pertama Guest Lecture internasional yang mengangkat topik “Global Economic Uncertainty and Its Impact on Emerging Economies.” Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Thinzar Win dari Monywa University of Economics, Myanmar, yang membahas secara komprehensif konsep ketidakpastian ekonomi global serta implikasinya bagi negara berkembang. Kegiatan Berlangsung di Aula Prof. Kadir Abdusamad Universitas Negeri Gorontalo secara luring dan daring melalui Zoom Meeting pada Pukul 08.30 WITA (Waktu Indonesia Tengah) sedangkan di Myanmar pada pukul jam 07.00 MMT (waktu Myanmar). 

Foto : Prof. Dr. Thinzar Win sedang memberikan materi kuliah tentang Economic Uncertainty and its Impact on Emerging Economies secara Daring.

Prof. Thinzar Win memulai dengan menjelaskan konsep dasar economic uncertainty sebagai kondisi di mana arah perekonomian sulit diprediksi akibat keterbatasan informasi dan banyaknya faktor yang tidak pasti. Ia menekankan bahwa ketidakpastian ini berbeda dengan volatilitas, karena lebih berkaitan dengan ekspektasi dan persepsi pelaku ekonomi terhadap masa depan. Penyebab utama ketidakpastian global antara lain konflik geopolitik, perubahan kebijakan ekonomi negara maju, krisis keuangan, serta gangguan rantai pasok global. Dalam konteks saat ini, ketidakpastian semakin meningkat seiring dengan kompleksitas ekonomi global yang saling terhubung.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya memahami dan mengukur ketidakpastian ekonomi global. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah melalui indikator seperti fluktuasi pasar keuangan, perubahan kebijakan, serta indeks ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, pengukuran ini penting sebagai dasar bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam mengambil keputusan yang lebih tepat. Ketidakpastian yang tidak dikelola dengan baik dapat menghambat investasi, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan risiko ekonomi secara keseluruhan.

Dalam pemaparannya, Prof. Thinzar Win juga menyoroti peran lembaga internasional seperti International Monetary Fund dan World Bank dalam menjaga stabilitas ekonomi global. Kedua lembaga ini berperan dalam memberikan bantuan keuangan, rekomendasi kebijakan, serta dukungan teknis bagi negara-negara berkembang dalam menghadapi krisis dan ketidakpastian ekonomi. Kolaborasi internasional menjadi kunci dalam menciptakan sistem ekonomi global yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Selanjutnya, ia menjelaskan konsep emerging economies sebagai negara-negara yang sedang mengalami pertumbuhan ekonomi dan transformasi struktural menuju industrialisasi. Negara-negara ini memiliki potensi besar sebagai motor pertumbuhan global, namun juga menghadapi tantangan seperti ketergantungan pada ekspor komoditas dan kerentanan terhadap guncangan eksternal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembangunan yang adaptif dan berorientasi masa depan.

Prof. Thinzar Win menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi dan pengelolaan heterogenitas dalam pembangunan. Negara berkembang perlu mengurangi ketergantungan pada satu sektor dan memperkuat berbagai sektor ekonomi untuk meningkatkan ketahanan. Selain itu, strategi yang berorientasi masa depan (future-oriented strategy) menjadi penting dalam menghadapi perubahan global yang cepat, termasuk transformasi digital dan perubahan struktur ekonomi dunia.

Dalam konteks regional, ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antarnegara sebagai upaya menghadapi ketidakpastian global. Kerja sama regional dapat memperkuat stabilitas ekonomi, meningkatkan perdagangan, serta membuka peluang investasi. Selain itu, transformasi hijau (green transformation) menjadi salah satu strategi penting dalam pembangunan berkelanjutan. Negara-negara berkembang didorong untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dalam kebijakan ekonomi guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan.

Sebagai penutup, Prof. Thinzar Win menekankan pentingnya membangun ketahanan ekonomi (economic resilience) melalui kebijakan jangka panjang yang konsisten. Pemerintah perlu memastikan adanya dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan, stabilitas ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, negara berkembang dapat lebih siap menghadapi ketidakpastian global dan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Foto : Rifi Fazrina Djuuna menjadi moderator acara Kuliah Tamu.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Rifi Fazrina Djuuna, S.E., M.E., dosen Ilmu Ekonomi FEB UNG, yang memandu jalannya diskusi dengan sangat baik dan interaktif. Suasana akademik semakin hidup dengan adanya diskusi antara dosen FEB UNG, Prof. Fahrudin, bersama Prof. Thinzar Win yang membahas lebih dalam relevansi ketidakpastian ekonomi global terhadap kondisi Myanmar dan Indonesia saat ini.

Foto : Diskusi Guru Besar dan Dosen Ilmu Ekonomi dengan Prof. Dr. Thinzar Win.

Selain itu, mahasiswa FEB UNG juga turut berpartisipasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis, terutama terkait isu-isu aktual di Indonesia seperti fluktuasi nilai tukar, inflasi, serta dampak ketidakpastian global terhadap lapangan kerja dan daya beli masyarakat. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam memahami dinamika ekonomi global secara kontekstual.

Foto : Mahasiswa mengajukan pertanyaan terkait isu ketidakpastian ekonomi dan kebijakan di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, FEB UNG kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis global yang tidak hanya teoritis, tetapi juga relevan dengan kondisi nyata. Sesi pertama ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa serta mendorong lahirnya pemikiran kritis dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

(TIM HUMAS FEB_NLI)

Informasi

Agenda