Kuliah Pakar Jurusan Manajemen 2025 Hadirkan Muhammad Amin untuk Kupas Makna Kepemimpinan Inklusif

Oleh: Fazri Mohehu . 1 Desember 2025 . 19:13:11

Gorontalo, 1 Desember 2025 – Pada kegiatan Kuliah Pakar 2025 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo (FEB UNG), pemateri ketiga, Muhammad Amin, S.Pd., Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, menyampaikan materi bertajuk kepemimpinan inklusif sebagai fondasi keberlanjutan organisasi di tengah dinamika global yang terus berubah.

Materi yang disampaikan Muhammad Amin menekankan bahwa pemimpin masa kini harus mampu merangkul semua kalangan, mendengarkan berbagai suara, serta mengakomodasi keberagaman sebagai kekuatan organisasi. Menurutnya, inklusivitas bukan hanya prinsip moral, tetapi menjadi strategi penting dalam membangun organisasi yang adaptif dan solid.

Dalam pemaparannya, Muhammad Amin menjelaskan bahwa tantangan organisasi saat ini tidak hanya berasal dari perubahan teknologi, tetapi juga lahir dari dinamika sosial, ekonomi, hingga politik yang semakin kompleks. Pemimpin yang inklusif diyakini mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis, menghadirkan rasa memiliki, serta mendorong partisipasi anggota secara optimal.

“Organisasi akan maju jika pemimpinnya mampu merangkul semua pihak. Inklusifitas membuat anggota merasa dihargai dan itu berdampak langsung pada kinerja,” ungkapnya.Ia menekankan bahwa pemimpin harus memiliki kemampuan komunikasi yang kuat, empati yang tinggi, dan keterbukaan terhadap ide-ide baru. Hal tersebut menjadi modal dasar untuk menghadapi perubahan yang cepat di era globalisasi.

Lebih jauh, Muhammad Amin memaparkan bahwa perubahan dunia yang terjadi begitu cepat menuntut organisasi, baik pemerintahan, lembaga pendidikan, maupun sektor bisnis untuk selalu beradaptasi. Teknologi digital, perubahan perilaku masyarakat, serta dinamika ekonomi global menjadi faktor utama yang memengaruhi cara organisasi bergerak.

Menurutnya, organisasi yang tidak mampu merespons perubahan akan tertinggal dan kehilangan daya saing. Oleh karena itu, pemimpin harus memiliki visi jangka panjang, kemampuan mengelola perubahan, serta kesiapan menghadapi situasi-situasi tidak terduga.

Amin menekankan bahwa keberhasilan organisasi sangat dipengaruhi oleh nilai integritas dan kemauan untuk berkolaborasi. Pemimpin yang berintegritas mampu membangun kepercayaan dan menciptakan iklim kerja yang sehat.

“Kolaborasi dan integritas adalah fondasi. Tanpa itu, perubahan hanya menjadi wacana, bukan gerakan,” tegasnya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk menanamkan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab sebagai bekal kepemimpinan masa depan.

Mengakhiri materinya, Muhammad Amin memberikan pesan motivatif kepada mahasiswa agar terus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, memperluas wawasan, serta membangun kepekaan terhadap isu-isu sosial di lingkungan sekitar.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan perubahan dan menjadi motor penggerak bagi organisasi maupun masyarakat.

Kegiatan Kuliah Pakar 2025 Jurusan Manajemen FEB UNG yang diikuti oleh mahasiswa secara antusias ini menjadi momentum penting dalam memperluas pemahaman mengenai kepemimpinan inklusif dan strategi organisasi yang berkelanjutan.

Agenda

14 - 21 November 2025

Ajang Ekspresi dan Kreativitas Mahasiswa

Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG

30 Oktober - 13 November 2025

Semarak Hari Keuangan Ke XII

Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025

15 - 16 Oktober 2025

Audit Mutu Internal di FEB UNG 2025

Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad

26 - 28 Maret 2024

Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi

Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi