
Gorontalo, 10 Desember 2025 - Youthpreneur Fest 2025 yang diselenggarakan Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorotalo (UNG) berlangsung meriah dan menjadi magnet bagi mahasiswa untuk meningkatan jiwa kewirausahaan, memperkuat jaringan komunitas bisnis muda, serta melatih mahasiswa sebagai pelaku UMKM. Dengan mengangkat tema “Manajemen Event sebagai Wadah Kolaborasi dan Pertumbuhan bagi Youthpreneur”, kegiatan ini menawarkan pengalaman belajar yang memberikan cara pandang baru tentang bagaimana sebuah event dapat menjadi instrumen penting untuk mengembangkan skala bisnis, memperluas relasi, dan memunculkan inovasi bersama. Kegiatan ini dilaksanakan hari Selasa, 9 Desember 2025 di halaman depan Gedung FEB UNG.
Sejak pembukaan, peserta langsung disuguhkan pemahaman bahwa event tidak lagi sekadar agenda seremonial, tetapi telah berubah menjadi ruang strategis untuk mempertemukan para pelaku usaha muda. Melalui manajemen event yang terstruktur, sebuah kegiatan mampu menghadirkan peluang kerja sama lintas sektor, mulai dari dunia kreatif, komunitas, hingga lingkungan akademik seperti Universitas Negeri Gorontalo.
Ketua Panitia, Rifaldy Arsad, menjelaskan bahwa sesi inti materi berfokus pada bagaimana sebuah event dibangun dari fondasi perencanaan yang matang. Peserta diperkenalkan pada proses merumuskan tema, membagi struktur kerja, menentukan target pasar, menyusun timeline, hingga memastikan efektivitas pelaksanaan kegiatan. Rifaldy menekankan bahwa pemahaman menyeluruh ini menjadi bekal penting bagi youthpreneur, mengingat event kini menjadi sarana branding yang paling dekat dengan konsumen.
“Peserta diajak melihat event sebagai ruang untuk memperkuat identitas usaha mereka. Yang datang ke event bukan hanya konsumen, tapi juga calon kolaborator dan mungkin saja investor. Karena itu, kemampuan membaca peluang di dalam event menjadi sangat penting,” ungkapnya pada Selasa, 9/12/2025.
Selain pembahasan mengenai strategi merancang event, peserta juga diajak mendalami teknik membangun networking yang efektif. Melalui simulasi komunikasi interpersonal, mereka belajar cara menyampaikan gagasan usaha dengan singkat namun kuat, serta bagaimana memanfaatkan momentum event untuk menciptakan hubungan profesional yang berkelanjutan.
Salah satu sesi yang mencuri perhatian adalah pemaparan best practice mengenai berbagai event youthpreneur di daerah lain yang berhasil menjadi ruang konsolidasi antara pelaku bisnis muda dan ekosistem pendukungnya. Peserta dapat menilai elemen apa saja yang membuat sebuah event berdampak, mulai dari kurasi pelaku usaha, penataan booth, strategi publikasi, hingga pola kolaborasi dengan mitra eksternal.
Kegiatan mencapai puncaknya melalui workshop mini, di mana seluruh peserta diminta merancang konsep event kolaboratif berbasis kebutuhan industri kreatif masa kini. Ide-ide segar bermunculan, mulai dari festival komoditas lokal, pameran UMKM tematik, hingga forum pitching bisnis yang menghubungkan pelaku usaha muda dengan mentor dan investor potensial. Diskusi berjalan penuh semangat, memperlihatkan tingginya minat generasi muda dalam membangun event bernilai ekonomi dan sosial.
Pada akhir kegiatan, Rifaldy menyampaikan harapan agar Youthpreneur Fest menjadi pemantik bagi munculnya lebih banyak kegiatan kreatif yang diprakarsai mahasiswa dan komunitas lokal. Ia optimistis bahwa penguatan kapasitas manajerial semacam ini dapat menciptakan ekosistem bisnis muda yang lebih adaptif, kompetitif, dan saling mendukung.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, Youthpreneur Fest 2025 kembali menegaskan komitmen Jurusan Manajemen FEB UNG dalam membangun generasi wirausaha muda yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial kuat untuk bertahan di tengah perubahan dunia bisnis yang cepat.
Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG
Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025
Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad
Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi