Inflasi Tinggi dan Terbatasnya Lapangan Kerja Jadi Ancaman Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Oleh: Fazri Mohehu . 27 Oktober 2026 . 17:42:25

 

SEMARANG, 27 Oktober 20266 – Inflasi yang tinggi dan terbatasnya kemampuan menciptakan lapangan kerja baru menjadi tantangan serius bagi kualitas pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo, baik saat ini maupun pada tahun-tahun mendatang. Kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat dan membuat pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan.

Hal tersebut disampaikan Herwin Mopangga saat dihubungi di sela-sela keikutsertaannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Departemen Komunikasi Bank Indonesia yang berlangsung pada 26–27 Oktober 2026 di Semarang.

Menurut Herwin, tantangan perekonomian global, nasional, dan daerah cenderung semakin kompleks. Bagi Gorontalo, tekanan inflasi yang berlangsung dalam dua tahun terakhir menjadi persoalan penting karena berdampak langsung terhadap kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Inflasi yang tinggi memberikan tekanan pada daya beli masyarakat, terutama kelompok kelas menengah, masyarakat rentan miskin, miskin, hingga miskin ekstrem,” demikian inti pandangan Herwin mengenai kondisi perekonomian Gorontalo.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang masih berada di atas rata-rata nasional merupakan perkembangan yang patut dicermati. Namun, pertumbuhan tersebut perlu dilihat bersama dengan kemampuan daerah menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Herwin menilai, terbatasnya penciptaan lapangan kerja menyebabkan pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya tercermin dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, capaian pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya angka pertumbuhan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

Tantangan tersebut menunjukkan pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, yakni pertumbuhan yang mampu membuka kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat daya beli masyarakat.

Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan perlu memberikan perhatian pada penguatan sektor-sektor ekonomi yang memiliki potensi menyerap tenaga kerja, peningkatan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengembangan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar.

Selain itu, pengendalian inflasi perlu berjalan seiring dengan kebijakan penciptaan lapangan kerja. Stabilitas harga yang terjaga akan membantu melindungi daya beli masyarakat, sedangkan perluasan kesempatan kerja dapat memperkuat sumber pendapatan rumah tangga.

Ke depan, tantangan perekonomian Gorontalo bukan hanya mempertahankan pertumbuhan ekonomi, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan manfaat yang lebih merata. Keseimbangan antara stabilitas harga, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pembangunan ekonomi daerah.

Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak berhenti pada capaian statistik, tetapi juga tercermin dalam meningkatnya kesempatan kerja, membaiknya pendapatan, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Gorontalo.

Agenda

14 - 21 November 2025

Ajang Ekspresi dan Kreativitas Mahasiswa

Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG

30 Oktober - 13 November 2025

Semarak Hari Keuangan Ke XII

Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025

15 - 16 Oktober 2025

Audit Mutu Internal di FEB UNG 2025

Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad

26 - 28 Maret 2024

Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi

Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi