
Gorontalo, 23 Juli 2026 — Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan komitmen bersama dalam memenuhi hak, melindungi, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia. Momentum ini tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang refleksi bagi keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
Dosen Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ratna Ahmad, S.Pd., M.Pd., menilai anak merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Menurutnya, kualitas generasi penerus sangat dipengaruhi oleh perhatian dan pendidikan yang diberikan sejak usia dini.
“Anak-anak hari ini adalah generasi yang akan menentukan wajah bangsa di masa depan. Karena itu, investasi terhadap anak bukan sekadar pemenuhan kebutuhan saat ini, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa,” ujar Ratna.
Ia menjelaskan bahwa investasi terhadap anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan formal. Kesehatan, perlindungan, pembentukan karakter, kebutuhan emosional, serta lingkungan sosial yang sehat juga menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Tantangan Anak di Era Digital
Ratna menilai perkembangan teknologi digital memberikan peluang sekaligus tantangan bagi anak. Internet dapat menjadi sumber pengetahuan dan pembelajaran yang luas, tetapi tanpa pendampingan yang tepat, anak juga dapat terpapar informasi yang tidak sesuai usia, perundungan siber, maupun penggunaan gawai secara berlebihan.
Karena itu, anak perlu mendapatkan penguatan literasi digital sejak dini. Kemampuan menggunakan teknologi harus disertai kemampuan memilah informasi, memahami etika, menjaga keamanan diri, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
“Anak bukan hanya perlu diajarkan bagaimana menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana mengendalikan diri dalam menggunakan teknologi. Literasi digital harus berjalan bersama pendidikan karakter,” katanya.
Dalam hal ini, orang tua memiliki peran penting melalui pendampingan dan komunikasi yang terbuka. Pengawasan terhadap penggunaan teknologi tidak harus selalu dilakukan dengan larangan, tetapi melalui aturan yang jelas dan pemahaman mengenai manfaat serta risiko teknologi.
Keluarga dan Sekolah Punya Peran Strategis
Menurut Ratna, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Sikap orang tua, pola komunikasi, keteladanan, dan cara memberikan disiplin akan memengaruhi pembentukan karakter anak.
“Anak tidak hanya membutuhkan fasilitas. Mereka juga membutuhkan perhatian, kasih sayang, keteladanan, dan ruang untuk didengarkan,” ungkapnya.
Sementara itu, sekolah harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan. Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Anak juga perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
Ratna menegaskan, keberhasilan pendidikan seharusnya tidak hanya diukur dari nilai yang diperoleh anak, tetapi juga dari karakter dan kemampuan mereka menghadapi kehidupan.
Anak sebagai Investasi Ekonomi Bangsa
Dari perspektif pendidikan ekonomi, Ratna melihat pembangunan kualitas anak memiliki hubungan erat dengan masa depan ekonomi Indonesia. Anak yang memperoleh pendidikan berkualitas dan memiliki keterampilan, karakter, serta kemampuan beradaptasi akan menjadi sumber daya manusia yang produktif.
“Ketika kita memberikan pendidikan yang baik kepada anak, kita sebenarnya sedang mempersiapkan sumber daya manusia untuk masa depan bangsa,” tuturnya.
Ia berharap Hari Anak Nasional 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak memperoleh hak dan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang.
Pada akhirnya, memperingati Hari Anak Nasional bukan hanya tentang merayakan anak, tetapi tentang memastikan masa depan mereka dipersiapkan dengan baik.
Anak-anak hari ini adalah fondasi Indonesia di masa depan. Karena itu, melindungi, mendidik, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang merupakan investasi terbaik bagi kemajuan bangsa.
Penyelenggara HMJ Pendidikan Ekonomi dan Sanggar Seni Oikos Nomos FEB UNG
Penyelenggara Himpunan Jurusan Mahasiswa (HMJ) Akuntansi FEB UNG dimulai dari 30 Oktober - 13 November 2025
Pelaksana LPMPP UNG dilaksanakan di Aula Prof. Kadir Abdusammad
Asesmen Lapangan Pendirian Program Studi Doktor Ekonomi